Apabila anda merupakan orang yang sering membacakan cerita kepada anak anda, bisa dibilang kamu merupakan orang tua yang sangat baik dalam membantu perkembangan otak anak. Walaupun awalnya mereka hanya akan merespon sedikit atau tidak merespon sama sekali secara langsung, tapi scara tidak langsung mereka mempelajar ia[a yang kita ceritakan, dan nantinya jangan kaget pada usia 3 tahun dia yang sudah mulai meceritakan suatu hal kepada anda.
Pada usia ini, anak-anak menemukan penulis batin mereka "Mereka mulai berpikir di luar sini dan sekarang dan memiliki rasa yang lebih baik dari urutan dan logika yang melekat dalam membuat cerita," kata psikolog perkembangan anak yang bernama Susan Engel, Ph.D. Jadi bisa dibilang anda membantu melepaskan imajinasi anak anda. Dibawah ini ada beberapa hal yang bisa membantu anda membuka imajinasi anak anda secara optimal.
- Sarankan sebuah Topik
- Meminta kepada-Nya Untuk Langsung Dalam
Mengambil sesuatu dari tas dan mulai cerita tentang hal itu. Kemudian memberikan anak Anda kesempatan untuk memilih item dan menambah cerita. Bergiliran sampai benda dalam tasanya kosong. Hasilnya bisa seru tau bahakan lucu dihasilkan dengan cara seperti ini.
- Berikan Kisah Struktur sebuah
Anda dapat membantu mengajar anak Anda cara membuat kisah baik dibangun dengan beberapa kata untuk mendapatkan sesuat hal yang bisa di aceritakan. Anda mulai, "Sekali waktu ..." dan biarkan jawaban anak Anda. Kemudian Anda mengisi baris kedua ( "Dan setiap ..."). Kemudian mulai baris berikutnya ( "Sampai suatu hari ...") dan biarkan anak Anda menambahkan twist plot. Struktur cerita lengkap adalah sebagai berikut:
Pada suatu ketika...
Dan setiap hari ...
Sampai suatu hari...
Dan karena itu ...
Dan karena itu ...
Sampai akhirnya...
Dan sejak hari itu ...
- Menggambar Inspirasi Dari Kehidupan Nyata
Setelah anak Anda merasa telling nyaman membuat-percaya cerita, membantu dia dengan orang yang benar. Saat makan malam atau sebelum tidur, tanayakan anak anda tentang kegiatannya hari ini, apakah hari ini buruk atau tidak untuk dirinya. Tanyakan pertanyaan terbuka ( "Apa yang terjadi setelah itu?" "Mengapa itu menyenangkan?"). Memberikan saran bila perlu, tapi cobalah untuk tidak mengoreksi dia.

Komentar
Posting Komentar